BUDIDAYA LEBAH

Image

Pendahuluan

 

Lebah merupakan insekta penghasil madu yang telah lama dikenal manusia. Sejak zaman purba manusia berburu sarang lebah di goa-goa, di lubang-lubang pohon dan tempat-tempat lain untuk diambil madunya. Lebah juga menghasilkan produk yang yang sangat dibutuhkan untuk dunia kesehatan yaitu royal jelly, pollen, malam (lilin) dan sebagainya.

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha peternakan lebah madu. Gunung Geulis merupakan dataran tinggi di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang akan dijadikan pusat pengembangan lebah madu. Areal tersebut banyak terdapat sumber pakan lebah terutama kaliandra dan tanaman semak. Namun saat ini peternak lebih banyak menternakkan lebah madu A. Mellifera (lebah impor asal Eropa) daripada A. cerana (lebah asli Asia) karena produksi madu yang dihasilkan lebih banyak.

Manusia mulai membudidayakan dengan memakai gelodog kayu dan pada saat ini dengan sistem stup. Di Indonesia lebah ini mempunyai nama bermacam-macam, di Jawa disebut tawon gung, gambreng, di Sumatera barat disebut labah gadang, gantuang, kabau, jawi dan sebagainya. Di Tapanuli disebut harinuan, di Kalimantan disebut wani dan di tataran Sunda orang menyebutnya tawon Odeng.

 

 

ISI

 

 

Lebah madu adalah serangga pekerja tanpa lelah. Mereka bekerja tidak hanya untuk mencari makan. Dengan melakukan aktifitasnya tersebut, lebah ikut membantu proses penyerbukan pada bunga, yaitu dengan membantu serbuk sari bertemu dengan putik bunga.

Lebah madu termasuk serangga sosial, hidupnya di dalam suatu masyarakat yang biasa disebut koloni. Satu koloni terdiri dari 3 macam lebah yaitu lebah ratu, lebah jantan dan lebah pekerja, yang mempunyai bentuk morfologis dan tugas yang berbeda.

  1. Lebah ratu, berjumlah satu ekor, bentuk badannya bulat panjang, paling besar dan mempunyai tugas menghasilkan telur serta mengeluarkan zat yang disebut feromon untuk stabilitas koloni.
  2. Lebah jantan, berjumlah puluhan sampai ratusan, tidak mempunyai sengat dan secara keseluruhan fungsi biologisnya adalah untuk mengawini lebah ratu.
  3. Lebah pekerja, berjumlah ribuan, ukuran badannya paling kecil, fungsinya adalah untuk mengerjakan semua tugas kecuali reproduksi.
  4. 1.      Manfaat Budidaya Lebah

Manfaat langsung perlebahan ialah dapat:

  1. diperolehnya produk-produk berupa : madu, royal jelly, pollen, lilin lebah, propolis, koloni lebah dan lainnya. Dalam hal ini dapat menaikan kesehatan masyarakat / memperbaiki gizi serta menaikan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Madu adalah cairan manis yang berasal dari nektar tanaman yang diproses oleh lebah pekerja menjadi madu dan tersimpan dalam sel-sel sarang lebah. Madu bermanfaat sebagai makanan kesehatan, dapat meningkatkan stamina tubuh sebagai energi seketika, bersifat anti bakteri dan anti cendawan. Penggunaan madu sebagai kosmetik sangat baik untuk perawatan kulit.
  2. Royal jelly adalah cairan berupa jely/cream yang disekresikan oleh lebah pekerja muda dari bahan baku madu. Manfaat royal jelly adalah sebagai katalis untuk menjaga keseimbangan metabolisme tubuh, meningkatkan kekebalan tubuh, sebagai antibiotik, meningkatkan kecerdasan, memacu fungsi seksual, merawat kulit serta sebagai stimulasi bagi penderita kelelahan atau depresi.
  3. Pollen adalah serbuksari bunga yang diambil oleh lebah pekerja, disimpan pada kaki lebah yang digunakan sebagai sumber protein. Manfaatnya bagi manusia yaitu : meningkatkan imunitas tubuh, menangkal pengaruh radiasi dan racun kimia, memacu vitalitas dan kesehatan tubuh.

Manfaat tidak langsung antara lain :

  1. Menaikan hasil pertanian, perkebunan dan kehutanan karena meningkatnya proses penyerbukan tanaman oleh lebah madu.
  2. Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian sumberdaya alam / lingkungan dan keamanan hutan, sehingga dapat turut mengurangi tekanan terhadap sumberdaya alam.
  3. Menciptakan / memperluas lapangan kerja.
    1. 2.      Teknik Budidaya Lebah
    2. a.      Penyiapan Sarana dan Peralatan

1)      Perkandangan

a)      Suhu

Perubahan suhu dalam stup hendaknya tidak terlalu cepat, oleh karena itu ketebalan dinding perlu diperhatikan untuk menjaga agar suhu dalam stup tetap stabil. Yang umum digunakan adalah kayu empuk setebal 2,5 cm.

b)      Ketahanan terhadap iklim

Bahan yang dipakai harus tahan terhadap pengaruh hujan, panas, cuaca yang selalu berubah, kokoh dan tidak mudah hancur atau rusak.

c)      Konstruksi

Konstruksi kandang tradisional dengan menggunakan gelodok dari bambu, secara modern menggunakan stup kotak yang lengkap dengan framenya.

 

 

2)      Peralatan

Peralatan yang digunakan dalam budidaya lebah terdiri dari: masker, pakaian kerja dan sarung tangan, pengasap, penyekat ratu, sangkar ratu, sapu dan sikat, tempat makan, pondamen sarang, alat-alat kecil, peralatan berternak ratu dan lain-lain.

  1. b.      Pembibitan

1)      Pemilihan Bibit dan Calon Induk

Bibit lebah unggul yang di Indonesia ada dua jenis yaitu A. cerana (lokal) dan A. mellifera (impor). Ratu lebah merupakan inti dari pembentukan koloni lebah, oleh karena itu pemilihan jenis unggul ini bertujuan agar dalam satu koloni lebah dapat produksi maksimal. ratu A. cerana mampu bertelur 500- 900 butir per hari dan ratu A. mellifera mampu bertelur 1500 butir per hari.

Untuk mendapatkan bibit unggul ini sekarang tersedia tiga paket pembelian bibit lebah:

a)      paket lebah ratu terdiri dari 1 ratu dengan 5 lebah pekerja.

b)      paket lebah terdiri dari 1 ratu dengan 10.000 lebah pekerja.

c)      paket keluarga inti terdiri dari 1 ratu dan 10.000 lebah pekerja lengkap dengan 3 sisiran sarang.

2)      Perawatan Bibit dan Calon Induk

Lebah yang baru dibeli dirawat khusus. Satu hari setelah dibeli, ratu dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam stup yang telah disiapkan. Selama 6 hari lebah-lebah tersebut tidak dapat diganggu karena masih pada masa adaptasi sehingga lebih peka terhadap lingkungan yang tidak menguntungkan. Setelah itu baru dapat dilaksanakan untuk perawatan dan pemeliharaan rutin.

3)      Sistem Pemuliabiakan

Pemuliabiakan pada lebah adalah menciptakan ratu baru sebagai upaya pengembangan koloni. Cara yang sudah umum dilaksanakan adalah dengan pembuatan mangkokan buatan untuk calon ratu yang diletakkan dalam sisiran. Tetapi sekarang ini sudah dikembangkan inseminasi buatan pada ratu lebah untuk mendapatkan calon ratu dan lebah pekerja unggul.

4)      Reproduksi dan Perkawinan

Dalam setiap koloni terdapat tiga jenis lebah masing-masing lebah ratu, lebah pekerja dan lebah jantan. Alat reproduksi lebah pekerja berupa kelamin betina yang tidak berkembang sehingga tidak berfungsi, sedangkan alat reproduksi berkembang lebah ratu sempurna dan berfungsi untuk reproduksi. Proses Perkawinan terjadi diawali musim bunga. Ratu lebah terbang keluar sarang diikuti oleh semua pejantan yang akan mengawininya. Perkawinan terjadi di udara, setelah perkawinan pejantan akan mati dan sperma akan disimpan dalam spermatheca (kantung sperma) yang terdapat pada ratu lebah kemudian ratu kembali ke sarang. Selama perkawinan lebah pekerja menyiapkan sarang untuk ratu bertelur.

5)      Proses Penetasan

Setelah kawin, lebah ratu akan mengelilingi sarang untuk mencari sel-sel yang masih kosong dalam sisiran. Sebutir telur diletakkan di dasar sel. Tabung sel yang telah yang berisi telur akan diisi madu dan tepung sari oleh lebah pekerja dan setelah penuh akan ditutup lapisan tipis yang nantinya dapat ditembus oleh penghuni dewasa. Untuk mengeluarkan sebutir telur diperlukan waktu sekitar 0,5 menit, setelah mengeluarkan 30 butir telur, ratu akan istirahat 6 detik untuk makan. Jenis tabung sel dalam sisiran adalah:

  1. Sel calon ratu, berukuran paling besar, tak teratur dan biasanya terletak di pinggir sarang.
  2. Sel calon pejantan, ditandai dengan tutup menonjol dan terdapat titik hitam di tengahnya.
  3. Sel calon pekerja, berukuran kecil, tutup rata dan paling banyak jumlahnya.

Lebah madu merupakan serangga dengan 4 tingkatan kehidupan yaitu telur, larva, pupa dan serangga dewasa. Lama dalam setiap tingkatan punya perbedaan waktu yang bervariasi. Rata-rata waktu perkembangan lebah:

  1. Lebah ratu: menetas 3 hari, larva 5 hari, terbentuk benang penutup 1 hari, istirahat 2 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari, Pupa/kepompong 3 hari, total waktu jadi lebah 15 hari.
  2. Lebah pekerja: menetas 3 hari, larva 5 hari, terbentuk benang penutup 2 hari, iatirahat 3 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari, Pupa/kepompong 7 hari, total waktu jadi lebah 21 hari.
  3. Lebah pejantan: menetas 3 hari, larva 6 hari, terbentuk benang penutup 3 hari, iatirahat 4 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari, Pupa/kepompong 7 hari, total waktu jadi lebah 24 hari.

Selama dalam periode larva, larva-larva dalam tabung akan makan madu dan tepung sari sebanyak-banyaknya. Periode ini disebut masa aktif, kemudian larva menjadi kepompong (pupa). Pada masa kepompong lebah tidak makan dan minum, di masa ini terjadi perubahan dalam tubuh pupa untuk menjadi lebah sempurna. Setelah sempurna lebah akan keluar sel menjadi lebah muda sesuai asal selnya.

  1. c.       Pemeliharaan

1)      Sanitasi, Tindakan Preventif dan Perawatan

Pada pengelolaan lebah secara modern lebah ditempatkan pada kandang berupa kotak yang biasa disebut stup. Di dalam stup terdapat ruang untuk beberapa frame atau sisiran. Dengan sistem ini peternak dapat harus rajin memeriksa, menjaga dan membersihkan bagian-bagian stup seperti membersihkan dasar stup dari kotoran yang ada, mencegah semut/serangga masuk dengan memberi tatakan air di kaki stup dan mencegah masuknya binatang pengganggu.

2)      Pengontrolan Penyakit

Pengontrolan ini meliputi menyingkirkan lebah dan sisiran sarang abnormal serta menjaga kebersihan stup.

3)      Pemberian Pakan

Cara pemberian pakan lebah adalah dengan menggembala lebah ke tempat di mana banyak bunga. Jadi disesuaikan dengan musim bunga yang ada.

Dalam penggembalaan yang perlu diperhatikan adalah :

a)         Perpindahan lokasi dilakukan malam hari saat lebah tidak aktif.

b)         Bila jarak jauh perlu makanan tambahan (buatan).

c)         Jarak antar lokasi penggembalaan minimum 3 km.

d)        Luas areal, jenis tanaman yang berbunga dan waktu musim bunga.

Tujuan utama dari penggembalaan ini adalah untuk menjaga kesinambungan produksi agar tidak menurun secara drastis. Pemberian pakan tambahan di luar pakan pokok bertujuan untuk mengatasi kekurangan pakan akibat musim paceklik/saat melakukan pemindahan stup saat penggeembalaan. Pakan tambahan tidak dapat meningkatkan produksi, tetapi hanya berfungsi untuk mempertahankan kehidupan lebah. Pakan tambahan dapat dibuat dari bahan gula dan air dengan perbandingan 1:1 dan adonan tepung dari campuran bahan ragi, tepung kedelai dan susu kering dengan perbandingan 1:3:1 ditambah madu secukupnya.

  1. d.      Hama dan penyakit

1)      Hama

Hama yang sering mengganggu lebah antara lain:

a)      Burung, sebagai hewan yang juga pemakan serangga menjadikan lebah sebagai salah satu makanannya.

b)      Kadal dan Katak, gangguan yang ditimbulkan sama dengan yang dilakukan oleh burung.

c)      Semut, membangun sarang dalam stup dan merampas makanan lebah.

d)     Kupu-kupu, telur kupu-kupu yang menetas dalam sisiran menjadi ulat yang dapat merusak sisiran.

e)      Tikus, merampas madu dan merusak sisiran.

2)      Penyakit

Beberapa penyakit pada lebah dan penyebabnya antara lain:

a)      Foul Brood ; ada dua macam penyakit ini yaitu American Foul Brood disebabkan oleh Bacillus larva dan European Foul Brood. Penyebab: Streptococcus pluton. Penyakit ini menyerang sisiran dan tempayak lebah.

b)      Chalk Brood

Penyebab: jamur Pericustis Apis. Jamur ini tumbuh pada tempayak dan menutupnya hingga mati.

c)      Stone Brood

Penyebab: jamur Aspergillus flavus Link ex Fr dan Aspergillus fumigatus Fress. Tempayak yang diserang berubah menjadi seperti batu yang keras.

d)     Addled Brood

Penyebab: telur ratu yang cacat dari dalam dan kesalahan pada ratu.

e)      Acarine

Penyebab: kutu Acarapis woodi Rennie yang hidup dalam batang tenggorokkan lebah hingga lebah mengalami kesulitan terbang.

f)       Nosema dan Amoeba

Penyebab: Nosema Apis Zander yang hidup dalam perut lebah dan parasit Malpighamoeba mellificae Prell yang hidup dalam pembuluh malpighi lebah dan akan menuju usus.

  1. e.       Pencegahan Serangan Hama dan Penyakit

Upaya mencegah serangan penyakit dan hama tindakan yang perlu adalah:

1) Pembersihan stup setiap hari.

2) Memperhatikan abnormalitas tempayak, sisiran dan kondisi lebah.

3) Kaki-kaki stup harus diberi air untuk mencegah serangan semut.

4) Pintu masuk dibuat seukuran lebah.

  1. f.       Panen

1)      Hasil Utama

Madu merupakan hasil utama dari lebah yang begitu banyak manfaatnya dan bernilai ekonomi tinggi.


 

2)      Hasil Tambahan

Hasil tambahan yang punya nilai dan manfaat adalah royal jelly (susu ratu), pollen (tepungsari), lilin lebah (malam) dan propolis (perekat lebah).

3)      Pengambilan madu

Panen madu dilaksanakan pada 1-2 minggu setelah musim bunga. Ciri-ciri madu siap dipanen adalah sisiran telah tertutup oleh lapisan lilin tipis. Sisiran yang akan dipanen dibersihkan dulu dari lebah yang masih menempel kemudian lapisan penutup sisiran dikupas. Setelah itu sisiran diekstraksi untuk diambil madunya.

Urutan proses panen:

1)      Mengambil dan mencuci sisiran yang siap panen, lapisan penutup dikupas dengan pisau.

2)      Sisiran yang telah dikupas diekstraksi dalam ekstraktor madu.

3)      Hasil disaring dan dilakukan penyortiran.

4)      Disimpan dalam suhu kamar untuk menghilangkan gelembung udara.

5)      Pengemasan madu dalam botol.

 

KEHIDUPAN LEBAH MADU

Lebah madu hidup berkoloni dengan pembagian tugas yang jelas. Setiap lebah madu bekerja secara teratur dan terencana, melaksanakan tugasnya masing-masing dengan bersungguh-sungguh. Satu koloni lebah umumnya terdiri dari lebah pekerja, lebah jantan dan lebah ratu. Lebah pekerja bertanggung jawab mengerjakan seluruh tugas di dalam sarang. Sementara itu, lebah antan bertugas untuk mengawini lebah ratu, dan lebah ratu bertanggung jawab untuk menelurkan ribuan telur, yang menjadi cikal bakal koloni lebah baru.

  1. Lebah pekerja

Sejak lahir, lebah pekerja sudah mulai bekerja keras dan mengabdi pada koloninya. Seluruh lebah pekerja adalah betina, namun mereka tidak bertanggung jawab untuk menghasilan telur karena organ seksualnya tidak berkembang. Sepanjang hidupnya, lebah pekerja melakukan berbagai tugas yang berganti-ganti sesuai dengan proses perkembangan tubuh mereka.

Saat kelenjar penghasil lilin dalam perut lebah pekerja matang, mereka mulai dapat menghasilkan lilin. Pada saat itulah seekor lebah menjadi pekerja membangun sel-sel segi enam penyimpan madu di dalam sarang. Lebah menghasilkan madu dari nektar bunga (cairan manis yang terdapat pada bunga) yang mereka kumpulkan. Bunga-bunga yang dipilih oleh lebah tidak sembarangan, karena lebah memiliki kemampuan untuk memilih nektar bunga yang berkualitas baik dan tidak mengandung racun.

Selain itu, lebah pekerja memiliki sederet tanggung jawab lain. Mulai dari merawat larva, menjaga suhu, dan kelembaban sarang, hingga mencegah masuknya benda atau makhluk lain ke dalam sarang, guna menjaga kesterilan tempat tinggal mereka. Lebah pekerja mempunyai senjata andalan berupa sengat berduri. Sengat itu menyerupai bentuk kait yang dilengkapi dengan kantong racun. Sekali alat penyengat itu digunakan untuk menyerang lawan, maka lebah pekerja akan mati. Umur lebah pekerja sekitar 35 – 42 hari.

  1. Lebah Jantan

Lebah jantan berasal dari telur-telur yang tidak dibuahi dalam satu koloni. Jumlahnya hanya berkisar ratusan ekor. Pada dasarnya, lebah jantan hanya bertugas membuahi lebah ratu. Walaupun bentuk tubuhnya lebih besar daripada lebah pekerja, lebah jantan tidak memiliki umur yang panjang, karena mereka akan langsung mati setelah membuahi lebah ratu. Dan sepanjang hidupnya, lebah jantan hanya dapat kawin satu kali

  1. Lebah Ratu

Lebah ratu adalah pemimpin dalam koloni lebah. Ia bertanggung jawab menghasilkan telur untuk perkembangan koloni yang dipimpinnya. Ukuran tubuh ratu lebah yaitu dua kali panjang lebah pekerja dan lebah jantan. Tugas wajibnya adalah bertelur terus-menerus sampai kemampuan bertelur berakir. Ratu lebah mampu bertelur sebanyak 1000 – 2000 butir telur per hari. Umurnya dapat mencapai 3 – 5 tahun. Dalam satu koloni lebah madu hanya ada seekor ratu lebah .

Saat musim kawin, lebah ratu akan dibuahi oleh beberapa lebah pejantan. Perkawinan terjadi beberapa kali dengan lebah jantan yang berlainan sampai ratu merasa cukup memperoleh spermatozoa dan menyimpannya di dalam spermateka. Dua sampai tiga hari kemudian ratu mulai bertelur secara terus menerus sampai usianya mencapai 3 – 5 tahun atau sampai simpanan spermanya habis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: